( Nur Muhammad hidayat )
seratus purnama cinta kita
bersaksi janji pada bintang
kan selalu berdua
bahagiamu adalah damaiku
sedihmu adalah lukaku
kukan temani hidumu
untuk selamanya
ketika emas permata
tak mampu kuberi untukmu
mereka tak restui kita
barakan air matamu di bahuku
terpaksa kuakhiri purnama
untuk tak berrsamaku lagi
di hening kamar yang terkunci
ku jeritkan luka menyesali dir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar