( Nur Muhammad Hidayat )
rapuh daun hatimu
terkoyah kasar sentuhanku
meremuk kehilangan harga
telah kubuat kau begitu
hari-hari berganti
merasuk nurani di celah sadarku
tak seharusnya ku begini
menyikapi maksudmu
di hatimu yang terluka
ku lihat bara di matamu
tergurat perih di pesanmu
akan pergi tinggalkanku
dan takkan kembali
maafkanku telah lukaimu
setelah kau pergi meninggalkanku
kini membuka ruang sadarku
tersimak makna kehilangan mu
dimana entah kemana
ragamu berada dan hatimu
di bumi manapun kau kini
kembalilah padaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar