Blogger Widgets PUISIKU YANG TERPENDAM: September 2013

Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 26 September 2013

Rhyme In Peace

( Nur Muhammad Hidayat )

diriku tak bisa melupakan
tabir bisu
yang mengisahkan
hubungan mesra diantara kita

diriku masih mengingat
di saat kita menghabiskan
malam minggu bersama
bermimpi dan bercanda ria
seakan dunia milik kita bersama

namun apa........
kini batu nisan memisahkan kita
tidur ang nyenyak sayang

sampai detik ini
ku selipkan doa untukmu
dalam setiap perkataanku
sehari-hari

pesankanlah surga pada tuhan
untuk mendampingimu di sana
selamat jalan sayang
hopefully calm yourself dear :'(

Rabu, 18 September 2013

Yang Dahulu Kini Kembali

( Nur Muhammad Hidayat )

entah mimpi apa aku semalam
apa mungkin.........
semalam hujan deras
sehingga sikap mu berubah

canda tawamu
kini terlihat kembali
di hadapanku

setelah
dirimu mengungkapkan
kemarahanmu kepadaku
seakan-akan seperti gunung
yang akan memuntahkan laharnya

tapi diriku sungguh senang
bisa melihat senyummu lagi
yang seperti matahari pagi
yang bersinar terang

atau kah mungkin
seperti embun pagi
yang menetes perlahan
di atas daun hjau nan rindang

aku tak bisa
mengungkapkan dengan beribu kata
yang pernah diriku ucapkan
namun seperti itulah
yang diriku lihat
selepas sekolah

Sabtu, 14 September 2013

Ingatan Diriku

 ( Nur Muhammad Hidayat )

jauh sudah ku buang
kenangan yang dahulu
pernah kita lalui
bersama

entah kenapa
kenangan itu datang kembali
seakan menjemputku
untuk mengulang kembali kenangan itu

dirimu datang
dalam mimpi malamku
seakan-akan dirimu berkata  pada diriku
" JANGAN NANGIS YA KAK "

aku tak mengerti
apa yang terjadi kini
yang pasti aku rela
membuat kenangan yang
indah bersamamu lagi

Penyesalan

( Nur Muhammad Hidayat )

aku teringat
waktu pertama diriku
mengenalmu

akupun masih mengingat
di saat engkau menolak diriku
untuk ku jadikan
pendamping hidupku

dan kini aku teringat kembali
disaat engkau memberikan
harapan palsu yang seakan
memberikan cinta yang menggunung kepadaku

ternyata
semua impianku
untuk memiliki dirimi
seakan-akan hanya angin bertiup saja

terimakasih
telah memperkenalkan
namamu pada diriku

dan terimakasi juga
telah bersama dengan diriku
walaupun sekarang Aku dan Kau
sudah tak menjadi KITA

Inilah Diriku

( Nur Muhammad Hidayat )

aku tahu
siapakah diriku ini
dan aku tahu
dari golongan keluarga apa aku dilahirkan

jika engkau 
memandangku dari segi materi
sudah pasti aku dan kau
bagai si Miskin mencintai si Kaya

dan jika engkau
memandangku dari segi rupawan
sudah pasti aku dan kau
bagaikan si Buruk Rupa mencintai sang Bidadari

tapi
aku memohon kepadamu
hargailah perasaanku ini
karena aku mencintaimu

Memendam Rasa

 ( Nur Muhammad Hidayat  )

harus ku akui
aku mengenalmu telah
lama

entah apa ini
setiap aku memandang
wajahmu yang elok bagaikan bidadari
hatiku nyaman bagai di teduhi pohon yang rindang

sepertinya
diriku memendam rasa
dengan dirimu

diriku tak ingin
bila rasa ini
hanya diriku saja
yang mengetahuinya

dan aku
akan mengungkapkan
perasaan ini padamu
bahwa aku cinta mati padamu

Ku Inginkan Dirimu

rasanya...
memang harus kuakhiri
air mata yang sering
mengalir deras dari mataku ini

entah berapa banyak
air mata
yang telah aku keluarkan
hanya untuk soal perasaan

entah penyakit apa ini
jika aku memandang
wajah mu yang elok
jantungku berdegub kencang

apakah itu yang
dinamakan dengan
cinta

sepertinya aku memang
harus menjalin hubungan
yang lebih dengan dirimu

dan akan aku akhiri
air mataku ini
hanya untuk dirimu seorang

Happy Birthday Dima

 ( Nur Muhammad Hidayat )

kini.....
engkau telah berubah
engkau berubah
menuju ke jalan dewasa

dan Dima Nurcahyani
yang dahulu
berbeda dengan  Dima Nurcahyani
yang kini

umurmu koan bertambah
dan ku harap
sifat dewasamu akan
ikut bertambah

selamat ulang tahun
Dima Nurcahyani semoga
semua keinginanmu terwujudkan

maaf
hanya ini yang bisa
aku berikan untukmu
semoga engkau panjang umur amin ;)